Senin, 07 Maret 2011

Decision Support System ( DSS )

Decision Support System (DSS) merupakan sebuah sistem yang di tujukan untuk mempermudah atau mempercepat seorang manager dalam mengambil suatu keputusan. DSS merupakan sebuah komputer berbasis sistem informasi yang mendukung bisnis maupun organisasi pengambilan keputusan. Agar berhasil mencapai tujuannya maka sistem tersebut   harus: (1) sederhana; (2) robust; (3) mudah untuk dikontrol; (4)  mudah beradaptasi; (5) lengkap pada hal-hal penting; (6) mudah berkomunikasi dengannya.

Awal mula berkembangnya DSS pada tahun 1971, istilah DSS sendiri diciptakan oleh G. Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton, keduanya professor MIT. Mereka merasa perlunya suatu kerangka kerja untuk mengarahkan aplikasi computer kepada pengambilan keputusan manajemen dan mengembangkan apa yang telah dikenal sebagai Gorry and Scott Morton Grid. Matriks (grid) ini, digambarkan pada gambar dibawah ini, didasarkan pada konsep Simon mengenai keputusan terprogram dan tak terprogram serta tingkat-tingkat manajemen Robert N. Anthony.

Dalam pengambilan keputusan terdapat beberapa langkah – langkah yang harus dilewati sebelum mengambil suatu keputusan.
1.                1.       Intelligence = kegiatan untuk mengenali masalah, kebutuhan atau kesempatan
  1. Design = cara-cara untuk memecahkan masalah / memenuhi kebutuhan
  2. Choice = memilih alternatif keputusan yang terbaik
  3. Implementasi yang disertai dengan pengawasan dan koreksi yang diperlukan

Sesuai dengan namanya DSS atau Sistem Penunjang Keputusan tujuan yang dicapai dari DSS adalah membantu manajer untuk membuat keputusan dalam memecahkan suatu masalah semi-terstruktur. Juga meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajer.

Komponen yang ada pada DSS, yaitu :
1.     Data Management. Termasuk database, yang mengandung data yang relevan untuk berbagai situasi dan diatur oleh software yang disebut Database Management Systems (DBMS).
2.    Model Management. Melibatkan model finansial, statistikal, management science, atau berbagai model kuantitatif lainnya, sehingga dapat memberikan ke sistem suatu kemampuan analitis, dan manajemen software yang diperlukan.
3.    Communication (dialog subsystem). User dapat berkomunikasi dan memberikan perintah pada DSS melalui subsistem ini. Ini berarti menyediakan antarmuka.
4.    Knowledge Management. Subsistem optional ini dapat mendukung subsistem lain atau bertindak sebagai komponen yang berdiri sendiri.

Jenis-jenis DSS menurut tingkat kerumitan dan tingkat dukungan pemecahan masalahnya menurut Steven L. Alter , 1976  adalah sebagai berikut:
      Mengambil elemen-elemen informasi.
      Menganalisis seluruh file.
      Menyiapkan laporan dari berbagai file.
      Memperkirakan dari akibat. Keputusan
      Mengusulkan. keputusan
      Membuat keputusan

Kerangka kerja untuk memahami konstruksi DSS mengidentifikasikan 3 level teknologi DSS:
·         Specific DSS (DSS applications).
“Final product” atau aplikasi DSS yang nyata-nya menyelesaikan pekerjaan yang kita inginkan disebut dengan specific DSS (SDSS). Contoh: Houston Minerals membuat SDSS untuk menganalisis joint venture.
·         DSS Generators (atau Engines).
Adalah software pengembangan terintegrasi yang menyediakan sekumpulan kemampuan untuk membangun specific DSS secara cepat, tak mahal, dan mudah. Contoh: Lotus 1-2-3, Microsoft Excel.
·         DSS Tools.
Level terendah dari teknologi DSS adalah software utility atau tools. Elemen ini membantu pengembangan baik DSS generator atau SDSS. Contoh: grafis (hardware dan software), editors, query systems, random number generator, dan spreadsheets.



0 komentar:

Poskan Komentar